Feed on
Posts
Comments

Sekarang saya akan mencoba melanjutkan tulisan saya mengenai

Penerapan Usability Heuristics pada Website Kabupaten Banyumas. Setelah kemarin telah dibahas lima prinsip-prinsip dasar dari usability heuristic, sekarang saya akan menjelaskan kembali lima sisanya.

6. Recogniton rather than recall

Yaitu meminimalkan pengguna untuk mengigat kembali suatu perilaku, pilihan dan objek saat berinteraksi dengan sistem. Pengguna tidak perlu mengingat

Continue Reading »

Menurut Jakob Neilsen terdapat sepuluh prinsip untuk membuat suatu antarmuka pengguna yang baik. Sebagai contoh, saya akan mencoba menggunakan sepuluh prinsip-prinsip tersebut pada website Kabupaten Banyumas. Ada perbedaan ketika saya mengunjungi website tersebut pada satu bulan yang lalu dengan sekarang. Perbedaannya yaitu website Kabupaten Banyumas tersebut hilang dan berubah menjadi website LPSE
(Layanan Pengadaan Secara Elektronik) atau bahkan kadang-kadang tidak bisa dibuka sama sekali. Hal itu membuat saya sebagai pengguna tidak bisa memperoleh informasi tentang Kabupaten Banyumas. Tapi tidak jadi masalah, saya akan menerapkan usability heuristics pada web tersebut.

Sepuluh prinsip-prinsip tersebut meliputi :

Continue Reading »

Web Usability

Usability adalah bagaimana merancang dan menata situs dimana pengunjung situs tersebut mampu menyelesaikan tugas atau keinginan pengguna secara cepat dan efisien. Dengan demikian situs tersebut dapat pula menghasilkan keuntungan.

Terdapat empat prinsip dasar dalam usability

1. Website harus mudah dinavigasi

Pengguna telah terbiasa dengan suatu tampilan dan frase tertentu misalnya loga yang berada disebelah kiri atas, bentuk dari tombol dan tata letak suatu item. Dari hal tersebut, baiknya kita mencoba mengetahui kebiasaan pengguna sehingga ketika mereka menggunakan website kita, mereka tidak akan kesulitan.

2.  Waktu tunggu

Continue Reading »